Muhamad jafar
Ikuti blog
Selasa, 13 Januari 2026
Rabu, 13 Mei 2020
Pengertian material Keramik, Polimer dan komposite beserta sifat sifatnya

1.1 KLASIFIKASI DAN SIFAT MATERIAL
Material adalah segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang. Berdasarkan pengertian tersebut maka material teknik adalah material yang digunakan untuk menyusun sebuah benda dan digunakan untuk perekayasaan dan perancangan di bidang teknik.
Bahan / material merupakan kebutuhan
bagi manusia mulai zaman dahulu sampai sekarang. Kehidupan manusia selalu
berhubungan dengan kebutuhan bahan seperti pada transportasi, rumah, pakaian,
komunikasi, rekreasi, produk makanan dll. Perkembangan peradaban manusia juga bisa
diukur dari kemampuannya memproduksi dan mengolah bahan untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya. (jaman batu, perunggu dsb. Pada tahap awal manusia hanya mampu
mengolah bahan apa adanya seperti yang tersedia dialam misalnya : batu, kayu,
kulit, tanah dsb. Dengan perkembangan peradaban manusia bahan - bahan alam tsb
bisa diolah sehingga bisa menghasilkan kualitas bahan yang lebih tinggi
Material teknik dapat
dibedakan menjadi 6 :
- Logam
- Keramik
- Polimer
- Komposit
- Semikonduktor.
- Biomaterial.
LOGAM

gambar logam
Logam adalah material
yang mempunyai daya hantar listrik yang tinggi dengan sifat konduktor yang baik
dan tahan terhadap temperatur tinggi, mempunyai titik didih tinggi, keras,
mengkilap, tidak tembus cahaya, dan dapat dideformasi sehingga banyak
digunakan pada banyak konstruksi.
Jenis logam juga terbagi mnjadi 2 jenis yaitu logam ferro dan non ferro.dan
jenis material teknik yang dipakai secara luas dalam teknologi modern adalah baja. Baja
adalah material logam yang dapat dipakai secara fleksibel dan mempunyai
beberapa karakteristik. Material ini kuat dan siap dibentuk menjadi
bermacam-macam keperluan teknik. Material ini berspektrum luas dan mempunyai
kemampuan berdeformasi secara permanen yang merupakan modal penting dalam
menentukan harga tegangan luluh pada berbagai beban.
Keramik
Keramik merupakan campuran antara unsur logam dan nonlogam, kebanyakan
dalam bentuk oksida, nitrida dan karbida. Material yang termasuk dalam kelompok
ini tersusun atas clay, semen dan gelas. Material ini
bersifat insulator terhadap listrik dan panas dan lebih tahan pada temperatur
tinggi dan lingkungan yang berat daripada logam dan polymer. Sifat mekanik
material ini keras namun getas.

gambar keramik
Polymer
Polimer adalah molekul rantai panjang
yang mengandung beberapa ikatan mer. Mer dalam sebuah polimer adalah sebuah
molekul hidrokarbon tunggal seperti etilen (C2H4). Karet dan plastik termasuk dalam
kelompok ini. Kebanyakan berupa senyawa organik yang secara kimia tersusun atas
unsur karbon, hidrogen, dan nonlogam lainnya. Density yang rendah dan
fleksibilitas yang tinggi merupakan ciri khas material ini. Pemakaian plastik
juga sangat luas, mulai peralatan rumah tangga, interior mobil, kabinet
radio/televisi, sampai konstruksi mesin.

gambar polymer
Komposit
Komposit merupakan material hasil kombinasi
dari dua material atau lebih, yang sifatnya sangat berbeda dengan sifat
masing-masing material asalnya. Komposit selain dibuat dari hasil rekayasa
manusia, juga dapat terjadi secara alamiah, misalnya kayu, yang terdiri dari
serat selulose yang berada dalam matriks lignin. Komposit saat ini banyak
dipakai dalam konstruksi pesawat terbang, karena mempunyai sifat ringan, kuat
dan non magnetik.
Perkembangan teknologi material telah
melahirkan suatu material jenis baru yang dibangun secara bertumpuk dari
beberapa lapisan. Material ini lah yang disebut material komposit. Material
komposit terdiri dari lebih dari satu tipe material dan dirancang untuk
mendapatkan kombinasi karakteristik terbaik dari setiap komponen penyusunnya.
Pada dasarnya, komposit didefinisikan
sebagai campuran makroskopik dari serat dan matriks. Serat merupakan material
yang (umumnya) jauh lebih kuat dari matriks dan berfungsi memberikan kekuatan
tarik.Sedangkan matriks berfungsi untuk melindungi serat dari efek lingkungan
dan kerusakan akibat benturan.
Fiberglass salah satu
contoh yang sudah banyak dikenal yaitu serat gelas dilekatkan dalam sebuah
material polymer. Komposit didisain untuk menunjukkan suatu kombinasi dari
sifat-sifat terbaik tiap-tiap material penyusunya. Fiberglass mendapatkan
kekuatan yang tinggi dari serat gelas dan fleksibilitas dari polymer. Saat ini
banyak material yang dikembangkan melibatkan komposit.

gambar komposit
Semikonduktor
Semikonduktor memiliki
sifat-sifat listrik ditengah-tengah antara konduktor dan insulator listrik.
Material ini sangat peka terhadap kehadiran konsentrasi atom, yang dapat
dikontrol pada daerah yang sangat kecil. Semikonduktor memungkinkan adanya IC
(integrated circuit) yang merupakan revolusi bagi industri elektronik dan
komputer.
Sebuah semikonduktor
bersifat sebagai insulator pada temperatur yang sangat rendah, namun pada
temperatur ruangan besifat sebagai konduktor, bahan semikonduksi yang sering
digunakan adalah silikon, germanium, dan gallium arsenide. Semikonduktor sangat
berguna dalam bidang elektronik, karena konduktansinya yang dapat diubah-ubah
dengan menyuntikan materi lain (biasa disebut materi doping). Salah satu alasan
utama kegunaan semikonduktor dalam elektronik adalah sifat elektroniknya dapat
diubah banyak dalam sebuah cara yang terkontrol.

gambar semikonduktor
Biomaterial
Biomaterial diaplikasikan sebagai bagian yang dipasang pada tubuh manusia untuk mengganti kan anggota tubuh yang sakit atau rusak. Material ini harus tidak bersifat toxic (beracun/ menghasil kan zat beracun) dan cocok dengan jaringan tubuh (tidak mengakibatkan reaksi biologi yang merugikan). Semua material; logam, keramik, polymer, komposit dan semikonduktor bisa digunakan sebagai biomaterial.

1.2 SIFAT MATERIAL
A.
SIFAT
FISIK
Merupakan kemampuan suatu
bahan/material ditinjau dari sifat-sifat fisikanya. Sifat yang dapat dilihat
atau tampak langsung dari suatu bahan/material. Sifat fisik ini relatif tidak
dapat dirubah. Beberapa sifat fisik yang dimiliki suatu bahan/material, antara
lain:
1. Warna
Umumnya
semua bahan/material mempunyai warna yang khas. Contohnya: tembaga berwarna
merah, besi berwarna hitam, besi cor kelabu berwarna abu-abu, alumunium
berwarna keperakan, dan sebagainya.
2. Kepadatan
(density)
Yaitu
berat bersatunya volume beban. Kebalikan dari densitas adalah volume spesifik.
Perkalian dari kedua besaran ini diperoleh dari volume atom. Contohnya: massa
jenis, berat jenis, dan lain sebagainya.
3. Ukuran
dan bentuk (dimensi). Setiap
bahan atau material pasti memiliki bentuk dan ukurannya masing-masing sesuai
dengan kebutuhan yang akan digunakan.
B.
SIFAT
THERMAL
Kenaikan temperatur pada saat akan
menaikan getaran atom yang mengakibatkan ekspansi thermal kisi, sehingga terjadi perubahan dimensi. Perubahan volume
dengan berubahnya temperatur berperan penting dalam proses-proses metalurgi
seperti pengecoran dan perlakuan panas. Contohnya: titik cair, dan titik lebur.
C.
SIFAT
LISTRIK
Berbagai sifat listrik dari material
adalah konduktivitas, koefisien temperatur dari tahanan, kekuatan dielektrik,
resistivitas dan lain sebagainya.
1. Konduktivitas
listrik. Konduktivitas
listrik adalah ukuran dari kemampuan suatu bahan untuk menghantarkan
arus listrik. Jika suatu beda
potensial listrik ditempatkan
pada ujung-ujung sebuah konduktor, muatan-muatan bergeraknya akan berpindah,
menghasilkan arus listrik.
2. Koefisien
temperatur. Adalah perubahan kapasitansi dengan suhu dinyatakan linear sebagai
bagian per juta derajat celcius, atau sebagai perubahan persen pada rentang
suhu tertentu.
3. Kekuatan
dielektrik. Merupakan ukuran kemampuan suatu material untuk bisa
tahan terhadap tegangan tinggi tanpa berakibat terjadinya kegagalan.
4.
Resistivitas. adalah kemampuan suatu bahan untuk mengantarkan arus listrik yang
bergantung terhadap besarnya medan istrik dan kerapatan arus. Semakin besar resistivitas suatu bahan maka semakin
besar pula medan listrik yang dibutuhkan untuk menimbulkan sebuah kerapatan
arus.
D.
SIFAT
MAGNETIK
Sifat
magnetik ini dapat dibedakan menjadi 2 tipe, diantaranya yaitu:
a) Diamagnetik:
yaitu tolak-menolak dengan daerah magnet
b) Paramagnetik
(feromagnetik): yaitu tarik-menarik dengan daerah magnet
E. SIFAT MEKANIS
Kemanpuan suatu bahan/material dalam
menerima beban mekanis, baik beban statis maupun beban dinamis. Contoh:
ketangguhan, kelelehan, kekerasan, ketahanan mulur, kekuatan tarik, dan lain
sebagainya.
Terdapat
acuan dan sifat mekanis yang menentukan spesifikasi standar material tersebut.
Data tersebut diperoleh dengan uji mekanis sesuai standar yang ditentukan. Data
tersebut hanya berlaku pada kondisi yang disebutkan, bila material telah
mengalami perlakuan tertentu, sifat mekanisnya dapat berubah. Beberapa standar
spesifikasi yang biasa digunakan, antara lain” ISO, SAE, JIS, AISI, DIN
Beberapa
spesifikasi sifat mekanis yang dimiliki material yaitu:
1. Strength (kekuatan)
Yaitu
kemampuan material/bahan untuk menahan pengaruh gaya-gaya luar yang bekerja
sampai pada batas kerusakan. Beberapa macam kekuatan logam dapat dibaca dalam
materi pengujian sifat mekanis logam.
2. Stifness (kekakuan)
yaitu
kemampuan bahan untuk menahan perubahan bentuk (deformasi)
3. Elasticity (elastisitas)
Yaitu
sifat bahan yang dapat kembali (regain) kebentuk
semula setelah deformasi terjadi, pada saat gaya luar atau beban dihilangkan.
4. Plasticity (plastisitas)
Yaitu
sifat material yang tidak dapat kembali (retain)
kebentuk semula setelah deformasi dibawah beban pemanen. Sering disebut
dengan deformasi permanen.
5. Ductility (keliatan)
Yaitu
kemampuan bahan untuk menahan beban patah dan mudah dibentuk atau diolah
seperti pengerolan, penarikan, dan sebagainya. Semakin besar keliatan suatu
bahan maka semakin aman terhadap kemungkinan patah. Kelihatan pada umumnya
dinyatakan oleh regangan teknis sampai titik patah (break) dari suatu pengujian tarik. Besarnya kelihatan dinyatakan
dalam persentase perpanjangan dan persentase pengecilan luas.
6. Menyatakan
energi yang diabsorbsi oleh bahan sampai titik patah, yaitu merupakan luas
bidang bawah kurva tegangan regangan.
7. Kelelahan
Patahan
lelah disebabkan oleh tegangan berulang dan juga dapat terjadi pada tegangan
kurang dari 1/3 kekuatan tarik statik pada bahan struktur pada konsentrasi
tegangan. Dalam keadaan dimana pemusatan tegangan diperhitungkan, mungkin bahan
akan putus pada tegangan yang lebih rendah. Jadi kelelahan memegang utama dalam
putusnya bahan secara mendadak pada penggunaan suatu struktur atau komponen.
Proses
terjadinya patah lelah, yaitu: tejadinya retakan awal, perambatan retakan
lelah, patahan static terhadap luas penampang sisa. Sedangkan untuk mencegahnya
maka perlu dilakukan pengawasan pada setiap prosesnya.
8. Creep (melar)
Beberapa
bahan dapat berdeformasi secara kontinu dan perlahan-perlahan dalam periode
waktu yang lama jika dibebani secara tetap. Deformasi semacam ini, yang
tergantung pada waktu disebut melar.
9. Keausan
Terjadi
karena adanya gesekan (friction) pada
bidang kontak saat sebuah komponen bergerak dengan tahanan. Jika hal tersebut
terjadi secara terus-menerus makan abrasi (pengikisan) akan berlanjut dan
merusak kelihatan komponen yang selanjutnya berkembang terus menjadi lebih
parah sampai suatu saat patah.
10. Kekerasan
Adalah
kemampuan bahan untuk menahan beban yang tinggi termasuk kemampuan logam
memotong logam yang lain.
E.
SIFAT
TEKNOLOGI
Merupakan kemampuan suatu
bahan/material untuk diproses lanjut atau dilakukan proses pengerjaan
permesinan. Contoh: mampu mesin, mampu las, mampu cor, mampu dibentuk, mampu
dikeraskan, dan lain sebagainya
F.
SIFAT
KIMIA
Ketahanan suatu bahan/material
terhadap lingkungan terutama dari sifat asam dan basa. Contoh: ketahanan
terhadap karat, ketahanan tehadap panas, beracun.
G.
SIFAT
LOGAM
Sebelumnya telah dibahas
penggolongan sifat-sifat dari sebuah material, baik untuk logam maupun
non-logam. Untuk material logam, terdapat beberapa sifat-sifat yang penting,
antara lain:
1. Malleability (mampu
tempa)
Yaitu
kemampuan logam untuk ditempa. Logam mempunyai sifat yang mampu dibentuk dengan
suatu gaya, baik dalam keadaan dingin maupun panas tanpa tejadi retak pada
permukaannya, misalnya dengannya hammer (palu).
2. Machinibility
Yaitu
kemampuan suatu logam untuk dikerjakan dengan mesin, misalnya: dengan mesin
bubut, milling, dan lain sebagainya
3. Strenght (kekuatan)
Yaitu
kemampuan suatu logam untuk dibengkokan beberapa kali tanpa mengalami retak.
4. Toughness (sifat
ulet)
Yaitu
kemampuan suatu logam untuk menahan deformasi.
5. Hardness (kekerasan)
Yaitu
ketahanan suatu logam terhadap penetrasi atau penusukan indentor yang berupa
bola baja, intan piramida, dll
6. Weldability (mampu
las)
Merupakan
kemampuan suatu logam untuk dapat dilas, baik dengan menggunakan las listrik
maupun dengan las karbit (las)
7. Corrosiaon resistance (tahan
korosi)
Yaitu
kemampuan suatu logam untuk menahan korosi atau karat akibat kelembaban udara,
zat-zat kimia, dll
8. Tahan
impact
Sifat
yang dimiliki oleh suatu logam untuk dapat tahan terhadap beban kejut
9. Ductility (mampu
tarik)
Yaitu
kemampuan logam untuk membentuk dengan tarikan sejumlah gaya tertentu tanpa
menunjukkan gejala-gejala putus. Contoh dari gejala putus yakni adanya
pengecilan permukaan penampang pada salah satu sisi.
Minggu, 10 Mei 2020
Chord Gitar dan Lirik Lagu Iwan Fals - Yang Terlupakan
Chord Gitar dan Lirik Lagu Iwan Fals - Yang Terlupakan
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,285,0)/kly-media-production/medias/1635387/original/cd08de1fdf351385a619a0de666beb6e_2_.jpeg)
Berikut Chord dan lirik lagu Iwan Fals - Yang Terlupakan
[Intro] C G Am -G
C G Am Em F Fm -G
C G Am G
Denting piano kala jemari menari
F C Dm F
Nada merambat pelan dikesunyian malam
Fm C
Saat datang rintik hujan
G Am
Bersama sebuah bayang
F G C
Yang pernah terlupakan...
[Intro] C G Am -G
C G Am Em F Fm -G
C G Am G
Denting piano kala jemari menari
F C Dm F
Nada merambat pelan dikesunyian malam
Fm C
Saat datang rintik hujan
G Am
Bersama sebuah bayang
F G C
Yang pernah terlupakan...
[Intro] C G Am -G 2x
(*)
C G Am G
Hati kecil berbisik, untuk kembali padanya
F C
Seribu kata menggoda
Dm F
Seribu sesal di depan mata
Fm C G Am
Seperti menjelma waktu aku tertawa
F G C
Kala memberimu dosa
...G Am G
C G Am G
Oh...maafkanlah
C G F G
Oh...maafkanlah
(*)
C G Am G
Hati kecil berbisik, untuk kembali padanya
F C
Seribu kata menggoda
Dm F
Seribu sesal di depan mata
Fm C G Am
Seperti menjelma waktu aku tertawa
F G C
Kala memberimu dosa
...G Am G
C G Am G
Oh...maafkanlah
C G F G
Oh...maafkanlah
[Reff]
C Em
Rasa sesal didasar hati
F G
Diam tak mau pergi
C Em F G
Haruskah aku lari dari kenyataan ini
F Fm C Bm Am
Pernah ku mencoba tuk sembunyi
F G C
Namun senyummu tetap mengikuti
[Interlude] Em Am G F Em Dm G
C Em Am G F Em Dm F G
Kembali ke [*] [Reff]
dijamin langsung bisa kawan.....
C Em
Rasa sesal didasar hati
F G
Diam tak mau pergi
C Em F G
Haruskah aku lari dari kenyataan ini
F Fm C Bm Am
Pernah ku mencoba tuk sembunyi
F G C
Namun senyummu tetap mengikuti
[Interlude] Em Am G F Em Dm G
C Em Am G F Em Dm F G
Kembali ke [*] [Reff]
dijamin langsung bisa kawan.....
Pengertian Karburator Beserta komponen-komponennya
KARBURATOR
Bismillahirohmanirohim
Assalamualaikum wr.wb
kembali lagi dengan pembahasan tentang dunia otomotif. Dunia otomotif memang semakin hari semakin maju, dengan banyaknya teknologi teknologi yang baru pada kendaraan
"Yang abadi adalah perubahan" begitulah semboyan yang cocok untuk dunia otomotif. Walaupun teknologi semakin maju, tetapi kali ini admin ingin berbagi tentang apa sih karburator dan apa saja komponen yang ada di dalamnya.
Karburator, karburator adalah sebuah alat yang dirancang untuk mencampur bahan bakar dan udara untuk sebuah mesin pembakaran dalam. Karburator untuk saat ini masih digunakan dalam mesin kecil dan dalam mobil tua. Kebanyakan mobil yang diproduksi pada awal 1980-an telah menggunakan injeksi. Mayoritas sepeda motor masih menggunakan karburator dikarenakan lebih ringan dan murah serta perawatan yang begitu sederhana, tetapipada 2005 sudah banyak model baru diperkenalkan dengan injeksi bahan bakar. Karburator sendiri pertama kali ditemukan oleh Karl Benz pada tahun 1885 dan dipatenkan pada tahun 1886. Pada tahun 1893 Pada tahun 1896 Frederick dan saudaranya membuat mobil pertama yang menggunakan bahan bakar bensin di Inggris, bersilinder tunggal bertenaga 5 hp (4 kW), dan merupakan mesin pembakaran dalam. Tidak puas dengan hasil akhir yang didapat, terutama karena kecilnya tenaga yang dihasilkan, mereka membangun ulang mesin tersebut, kali ini mereka menggunakan dua silinder horisontal dan juga mendisain ulang karburator mereka. Kali ini mobil mereka mampu menyelesaikan tur sepanjang 1.000 mil (1600 km) pada tahun 1900. Hal ini merupakan langkah maju penggunaan karburator dalam bidang otomotif.
Karburator dapat dikelompokan menurut arah aliran udara, barel dan tipe venturi.
Barel
Barel adalah suatu saluran udara bahan bakar yang di dalamnya terdapat venturi.- Single barel, hanya memiliki satu barel. Pada umumnya digunakan pada sepeda motor atau mobil dengan kapasitas mesin kecil. Pada tipe ini juga semua keperluan bahan bakar pada berbagai putaran mesin dikerjakan oleh satu barel. Pada putaran mesin rendah, diameter venturi yang cenderung lebih besar dari tipe multi barel akan lebih lambat menghasilkan tenaga.
- Multi barel, umumnya dua atau empat barel, untuk memenuhi kebutuhan aliran udara yang besar untuk mesin dengan kapasitas mesin yang besar. Kecepatan aliran maksimal pada venturi karburator multi barel lebih kecil sehingga kerugian gesekannya pun lebih kecil.

Venturi
- Venturi bergerak, pada tipe ini pedal gas mengatur besarnya venturi dengan menggunakan piston yang dapat naik-turun sehingga membentuk celah venturi yang dapat berubah-ubah. Naik-turunnya piston venturi ini disertai dengan naik-turunnya needle jet yang mengatur besarnya bahan bakar yang dapat tertarik serta dengan aliran udara. Tipe ini disebut juga "tekanan tetap" karena tekanan udara sebelum memasuki venturi selalu sama.
- Venturi Tetap,
pada tipe ini ukuran venturi selalu tetap. Pedal gas mengatur katup
udara yang menentukan besarnya aliran udara yang melewati venturi
sehigga menentukan besarnya tekanan untuk menarik bahan bakar
Prinsip kerja
Pada dasarnya karburator bekerja menggunakan Prinsip Bernoulli: semakin cepat udara bergerak maka semakin kecil Tekanan statisnya namun makin tinggi tekanan Dinamisnya. Pedal gas pada mobil sebenarnya tidak secara langsung mengendalikan besarnya aliran bahan bakar yang masuk kedalam ruang bakar. Pedal gas sebenarnya mengendalikan katup dalam karburator untuk menentukan besarnya aliran udara yang dapat masuk kedalam ruang bakar. Udara bergerak dalam karburator inilah yang memiliki tekanan untuk menarik serta bahan bakar masuk kedalam ruang bakar.
Kebanyakan mesin berkarburator hanya memiliki satu buah karburator, tetapi ada pula yang menggunakan satu karburator untuk tiap silinder yang dimiliki. Bahkan sempat menjadi trend modifikasi sepeda motor di Indonesia penggunaan multi-carbu (banyak karburator) namun biasanya hal ini hanya digunakan sebagai hiasan saja tanpa ada fungsi teknisnya. Mesin-mesin generasi awal menggunakan karburator aliran ke atas (updraft), dimana udara masuk melalui bagian bawah karburator lalu keluar melalui bagian atas. Keuntungan desain ini adalah dapat menghindari terjadinyamesin banjir karena kelebihan bahan bakar cair akan langsung tumpah keluar karburator dan tidak sampai masuk kedalam ruang bakar keuntungan lainnya adalah bagian bawah karburator dapat disambungkan dengan saluran oli supaya ada sedikit oli yang ikut kedalam aliran udara dan digunakan untuk membasuh saringan udara namun dengan menggunakan filter udara berbahan kertas pembasuhan menggunakan oli ini sudah tidak diperlukan lagi sekarang ini.
Mulai akhir 1930-an, karburator aliran ke bawah dan aliran kesamping mulai popouler digunakan untuk otomotif.
komponen komponen karburator
1. Air Horn
Komponen
pertama yang ada di karburator mobil adalah air horn. Komponen ini
berfungsi sebagai gerbang masuk udara setelah melewati saringan udara
dan berada di ujung air vent tube yang menghubungan air horn dengan
ruang reservoir atau ruang pelampung.
2. Air Vent Tube
Fungsi
dari air vent tube ini adalah agar tekanan udara di ruang pembakaran
awal sama dengan ruang reservoir (bahan bakar bensin) atau ruang
pelampung. Kebersihan air vent tube ini harus diperhatikan. Jika air
vent tube kotor, maka akan mempengaruhi tekanan di dalam ruang
pelampung. Imbasnya adalah bahan bakar yang disemprotkan ke venturi akan
berlebih. Sehingga kinerja mesin akan menurun di samping juga akan
boros bahan bakar.
3. Pelampung
Fungsi
pelampung pada reservoir adalah sebagai indikator jumlah bahan bakar
bensin di reservoir. Jika bahan bakar sedikit, maka pelampung secara
otomatis mengikuti permukaan bahan bakar tingginya. Secara otomatis agar
menarik needle valve ke bawah yang menyebabkan supply bensin masuk ke
reservoir.
4. Needle Valve
Needle
valve ini berfungsi sebagai gerbang bahan bakar sebelum masuk ke dalam
reservoir. Needle valve ini terhubung dengan pelampung. Needle valve
akan naik dan turun posisinya mengikuti pelampung.
5. Slow Jet
Slow
jet ini terletak setelah throttle valve. Tujuan adanya slow jet ini
adalah agar tetap bisa mengalirkan bensin saat kecepatan idle. Sehingga
akan ritme aliran bensin akan tetap terkontrol dengan baik.
6. Venturi Primer
Venturi
primer ini fungsinya adalah agar kecepatan udara yang masuk menjadi
lebih tinggi yang menyebabkan tekanan pada venturi ini kecil, sehingga
bensin akan menyembur melalui capillary tube atau terkadang disebut
dengan main nozzle.
7. Venturi Sekunder
Fungsinya
sama dengan venturi primer. Hanya saja venturi sekunder terletak
setelah venturi primer. Dan membantu kinerja dari venturi primer agar
karburator bekerja dengan maksimal.
8. Primary Main Air Bleeder
Fungsi
dari bagian ini adalah membuat bensin bercampur dengan udara. Di bagian
ini, bensin akan menggelembung. Fungsi penggelembungan ini adalah agar
ketika berada di venturi akan pecah gelembung dan bensin mengalami
atomisasi dibarengi dengan udara yang mengalir di venturi menuju bagian
throttle valve.
9. Primary Main Jet
Fungsi primary main jet adalah mengalirkan bensin dari ruang pelampung ke venturi untuk dicampur dengan udara.
10. Throttle Valve Primer
Fungsi
dari komponen ini adalah sebagai katup yang mengatur jumlah campuran
udara dan bensin yang akan disalurkan ke dalam mesin. Sehingga dapat
mengatur kecepatan mobil dan keseimbangan mobil.
11. Throttle Valve Sekunder
Fungsinya sama dengan throttle valve primer untuk mengatur jumlah campuran udara dan bensin yang akan disalurkan ke dalam mesin dan menyesuaikan dengan kecepatan laju mobil.
12. Choke
Choke
ini adalah katup yang mengatur jumlah udara yang ditarik ke dalam ruang
pencampuran udara dan bensin. Ada 2 macam choke, yaitu: choke yang
dikontrol manual dan choke yang otomatis.
13. Pompa Akselerasi
Fungsi
pompa akselerasi adalah menambah kecepatan udara yang masuk pada saat
pedal gas diinjak secara tiba-tiba, maka pompa akselerasi ini akan
otomatis menambah kecepatan udara.
14. Bola Baja
Bola
baja ini digunakan sebagai katup dalam sistem akselerasi. Dengan adanya
bola baja dapat mempermudah kerja dan menyelaraskan sistem akselerasi.
15. Main Nozzle
Saluran utama yang digunakan untuk menyalurkan bensin dari ruang pelampung ke venturi.
16. Pemberat Bola Baja
Sebagai
penambah berat agar bola baja cepat menutup pada sistem akselerasi pada
saat pedal gas diinjak secara tiba-tiba. Dengan pemberat bola baja ini
maka sistem akselerasi akan bekerja secara maksimal.
17. Nozzle Jet
Nozzle
jet ini digunakan sebagai saluran bensin pada sistem akselerasi
sehingga bensin tetap bisa mengalir pada saat sistem akselerasi bekerja.
18. Power Piston
Power piston digunakan untuk menekan power valve.
19. Power Valve
Power valve ini digunakan untuk membuka power jet.
20. Power Jet
Sedangkan power jet sendiri digunakan untuk menambah aliran bensin.
21. Daspot
Komponen yang satu ini digunakan untuk membuka throttle valve sekunder.
22. Slow Port
Slow port ini digunakan sebagai saluran bensin saat mesin berputar lambat.
23. Idle Port
Idle port ini digunakan sebagai saluran bensin ketika mesin sedang idle (tidak melakukan aktivitas yang berarti).
24. IMAS
Idle Mixture Adjusting Screw (IMAS) ini digunakan untuk melakukan penyetelan campuran bahan bakar dan udara saat masa idle.
25. ISAS
Idle Speed Adjusting Screw (ISAS) ini digunakan untuk melakukan penyetelan kecepatan saat masa idle.
26. Solenoid Valve
Solenoid valve ini merupakan katup yang digunakan untuk mengatur aliran bensin saat masa idle.
27. Thermostatic Valve
Sedangkan
katup thermostatic valve ini menjadi terbuka ketika suhu mesin panas.
Tujuannya adalah agar suhu mesin tetap stabil di angka yang ideal. Hal
buruk akan terjadi ketika thermostatic valve ini rusak atau macet.
Antara lain hal buruknya adalah mesin bisa mengalami overheating. Tak
hanya itu, AC mobil akan terasa panas.
Selain
kedua hal tersebut, mesin akan menjadi boros bahan bakar dan mesin
susah sekali mencapai suhu kerja normal. Jika ini dibiarkan akan
merusakan komponen mesin lainnya.
28. Air Bleeder
Air Bleeder digunakan untuk memasukkan udara dalam saluran masa idle dan masa lambat.
29. Economizer Jet
Economizer jet ini berfungsi untuk mempercepat aliran bensin yang sudah bercampur dengan udara.
30. Secondary Main Air Bleeder
Secondary Main Air Bleeder ini fungsinya sama dengan air bleeder.
Itulah
30 komponen karburator mobil dan fungsinya. Jika salah satu dari ke-30
tersebut bermasalah, tentu akan menyebabkan karburator tidak akan
berjalan semestinya. Efek buruk lainnya akan berdampak pada komponen
mobil lainnya.
sekian dulu sobat otomotif semua, semoga informasinya membantu.........
wassalamualaikum wr.wb
terimakasih
Rabu, 04 September 2019
Lagu paling recommended buat kalian guys, yang suka maen gitar nih,,,
Damai bersamamu by Chrisye
intro : F C Dm F Em Dm 2
x F C Dm
aku termenung dibawah mentari
A# Am
diantara megahnya alam ini
Gm F C
menikmati indahnya kasihmu
Gm A# C F
ku rasakan damainya , . hatiku
interlude : F C Dm F Em Dm
F C Dm
sabdamu bagai air yang mengalir
A# Am
basahi panas terik dihatiku
Gm F C
menerangi semua jalanku
Gm A# C F
ku rasakan tentramnya , . , hatiku
reff :
Dm C F
jangan biarkan kemarau ini pergi
Dm C F
jangan biarkan semuanya berlalu
Dm Am A# F
hanya padamu tuhan tempat ku berteduh
Gm A# C Dm
dari semua kepalsuan , . , dunia
interlude : Dm A# F A A# Gm A# C
Dm C F
jangan biarkan kemarau ini pergi
Dm C F
jangan biarkan semuanya berlalu
Dm Am A# F
hanya padamu tuhan tempat ku berteduh
Gm A# F
dari semua kepalsuan , . , dunia
coda : F C Dm F Em Dm 2x
x F C Dm
aku termenung dibawah mentari
A# Am
diantara megahnya alam ini
Gm F C
menikmati indahnya kasihmu
Gm A# C F
ku rasakan damainya , . hatiku
interlude : F C Dm F Em Dm
F C Dm
sabdamu bagai air yang mengalir
A# Am
basahi panas terik dihatiku
Gm F C
menerangi semua jalanku
Gm A# C F
ku rasakan tentramnya , . , hatiku
reff :
Dm C F
jangan biarkan kemarau ini pergi
Dm C F
jangan biarkan semuanya berlalu
Dm Am A# F
hanya padamu tuhan tempat ku berteduh
Gm A# C Dm
dari semua kepalsuan , . , dunia
interlude : Dm A# F A A# Gm A# C
Dm C F
jangan biarkan kemarau ini pergi
Dm C F
jangan biarkan semuanya berlalu
Dm Am A# F
hanya padamu tuhan tempat ku berteduh
Gm A# F
dari semua kepalsuan , . , dunia
coda : F C Dm F Em Dm 2x
Bukannya ku takut by Juliette
intro : C
C Am F C G C
Dm
ku tak peduli
G Em A
bila ku benar - benar cinta mati
Dm
ku tak peduli
G Dm
ku memang begini
G Em A
bila ku benar - benar cinta mati
Dm
ku tak peduli
G F
apa saja yang kuinginkan
Em G
kamu rela
C Dm
bukannya aku takut
G F
akan kehilangan dirimu
Em Am
tapi aku takut
F G
kehilangan cintamu
C Dm
mungkin saja saat itu
G F
kau mempermainkan aku
Em Am
seakan kau bisa
A# G
membalas cintaku
Dm
kau tak kan mengerti
G Em A
yang selama ini kurasakan pasti
Dm
kau tak peduli
G F
bila saja yang kuinginkan
Em G
kamu rela
int . C Bm Am G
F Em Dm G
C Bm Am Em F C G
D Em
bukannya aku takut
A G
akan kehilangan dirimu
F#m Bm
tapi aku takut
G A
kehilangan cintamu
D Em
mungkin saja saat itu
A G
kau mempermainkan aku
F#m Bm
seakan kau bisa
C A
membalas cintaku
D Em A G F#m Bm G A
D Em A G F#m Bm C A
ending . D Em A F#m Bm
Selamat mencoba kawan🤗
C Am F C G C
Dm
ku tak peduli
G Em A
bila ku benar - benar cinta mati
Dm
ku tak peduli
G Dm
ku memang begini
G Em A
bila ku benar - benar cinta mati
Dm
ku tak peduli
G F
apa saja yang kuinginkan
Em G
kamu rela
C Dm
bukannya aku takut
G F
akan kehilangan dirimu
Em Am
tapi aku takut
F G
kehilangan cintamu
C Dm
mungkin saja saat itu
G F
kau mempermainkan aku
Em Am
seakan kau bisa
A# G
membalas cintaku
Dm
kau tak kan mengerti
G Em A
yang selama ini kurasakan pasti
Dm
kau tak peduli
G F
bila saja yang kuinginkan
Em G
kamu rela
int . C Bm Am G
F Em Dm G
C Bm Am Em F C G
D Em
bukannya aku takut
A G
akan kehilangan dirimu
F#m Bm
tapi aku takut
G A
kehilangan cintamu
D Em
mungkin saja saat itu
A G
kau mempermainkan aku
F#m Bm
seakan kau bisa
C A
membalas cintaku
D Em A G F#m Bm G A
D Em A G F#m Bm C A
ending . D Em A F#m Bm
Selamat mencoba kawan🤗
Langganan:
Komentar (Atom)
